Kamis, 02 Juni 2016

10 Karakter Kepemimpinan yang Berkulaitas

10 Kepemimpinan yang Berkualitas
1.  Evision atau memiliki visi. Seorang pemimipin dengan visi yang jelas, memahami gambaran akan ke arah mana dan ingin seperti apa organisasi kedepan, serta bagaimana cara pencapaiannya.
2.      Integrity atau integritas. Yaitu merupakan tindakan yang konsisten, baik dalam maupun di luar batin. Pemimpin yang memiliki integritas tinggi akan memiliki kondisi yang sama antara di luar dan di dalam batinnya. Dengan makna apa yan ada dalam diri merupakan penampakan di permukaannya.
3.  Dedication atau dedikasi. Berarti menghabibskan waktu atau energi apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tangggung jawabnya. Seorang pemimpin mengilhami dedikasi dengan memberi contoh, melakukan apa pun yang diperlukan untuk menyelesaikan langkah berikutnya menuju visi.
4.  Magnanimity atau keluhuran budi. Seorang pemimpin yang bermurah hati akan memastikan bahwa sumbangan keberhasilan tersebut tersebar seluas mungkin pada semua di organisasinya. Mereka mengambil tanggung jawab pribadi jika terjadi kegagalan. Pemimpin semacam ini memiliki kemurahan hati membantu orang lain dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan timnya, serta ingin membangun relasi lebih dekat bersama-sama.
5.    Humanity atau rendah hati. Pemimpin dengan rendah hati mengakui bahwa mereka tidak lebih baik atau lebih buruk daripada anggota lain dari tim. Seorang pemimpin yang rendah hati tidak menonjolkan dirimelainkan mencoba untuk mengangkat semua orang.
6.    Oppenes atau keterbukaan. Keterbukaan berarti mampu mendengarkan ide-ide baru, bahkan jika mereka tidak sesuai dengan cara berpikir biasa. Pemimpin yang baik mampu menangguhkan penilaian saat mendengarkan ide-ide orang lain, serta menerima cara-cara baru dalam melakukan sesuatu yang orang lain pikirkan. Keterbukaan membangun saling menghormati dan kepercayaan antara pemimpin dan pengikut.
7. Creativity atau kreativitas. Yaitu kemampuan untuk bepikir secara berbeda dan mendapatkan solusi untuk keluar dari aneka kendala. Kreativitas pemimpin memampukan dirinya untuk melihat hal-hal yang orang lain tidak melihat dan dengan demikian ia mampu memimpin pengikutnya pada arah yang baru.
8.  Fairness atau keadilan. Keadilan berarti berhubungan dengan orang lain secara konsisten dan adil. Seorang pemimpin harus memeriksa semua fakta dan mendengar semua orang sebelum memberikan penilaian. Dia harus menghindari memberikan kesimpulan dari data yang tidak lengkap. Karena bila seseorang diperlukan adil oleh pemimpinnya, maka ia akan mengapresiasi pemimpinnya dengan loyalitas atau dedikasi.
9.     Assertiveness atau ketegasan. Yaitu kemampuan untuk menyatakan dengan jelas apa yang diharapkan, sehingga tidak akan ada kesalah pahaman. seseorang pemimpin harus bersikap tegas untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Ketegasan datang bersamaan dengan tanggung jawab.
10. Sense of Humor. Aspek Ini sangat penting untuk meredakan ketegangan dan kebosanan, serta mereduksi permusuhan. Pemimpin yang efektif mengetahui bagaimana menggunakan humor untuk memberi energi pengikutnya. Humor adalah suatu bentuk kekuasaan yang menyediakan kontrol atas lingkungan kerja.

Sumber : 
Nurbayani, Siti & Iqbal, M. (2010). Buku Ajar Individu dan Masyarakat (SS 305). FPIPS UPI Bandung.
 Semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan ini. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan.

Kamis, 18 Februari 2016

PRAMUKA


Tunas Kelapa

Sejauh mata memandang 
Memang engkau terlihat mempesona
Seluruh pelupuk mataku
Tertuju padamu
Oh tunas kelapa…
Ketika aku menatapmu adalah sebuah kemaluanku
Ketika kuingat dirimu adalah sebuah penyesalanku
Ketika bersamamu begitu tak bergunanya diriku
Semua yang ada pada dirimu adalah kesempurnaan
Dari ujung atas hingga akarmu tak ada kata cacat dibenaku
Kau adalah tanda pengenalku
Bagaikan mimpi dan cita-cita bangsa