Selasa, 27 September 2016

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN



LANDASAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM

Linda Siti Zainab (1500509)
Pendidikan IPS Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Landasan pengembangan kurikulum memiliki peranan penting. Hornby c.s dalam “The Advance Learner’s Dictionary of Current English” (Redja Mudyahardjo, 2001: 8) mengemukakan definisi landasan sebagai berikut: “Foundation … that on which an idea or belief rest; an underlying principle’s as the foundations of religious belief; the basis or starting point…”. Dengan demikian, landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasam, asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Jurnal Anne Syomwene, yang berjudul Psychological Influences in the Curriculum Decision Making Process yaitu Educational  Psychology  as  a  discipline  is  concerned with  the  question  of  how  people  learn.  (Ornstein  and Hunkins, 1998).  Ada dua jenis psikologi, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Tiga jenis teori belajar mempunyai pengaruh besar dalam pengembangan kurikulum, yaitu teori kognitif, behavioristik, dan humanistik.



Daftar Pustaka
Mudyahardjo,  Redja. (2001). Landasan-Landasan Filosofis Pendidikan. Bandung: Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2013). Kurikulum dan
Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Syomwene, Anne. (2013).  Psychological Influences in the Curriculum Decision Making Process. Journal of Education and Practice, 4: 173.
                                                                           

Jumat, 23 September 2016

kurikulum dan pembelajaran



KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Linda Siti Zainab (1500509)
Pendidikan IPS
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
            Kurikulum merupakan suatu sistem. Sebagai suatu sistem, setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Jika salah satu komponen terganggu maka sistem kurikulum juga akan terganggu. Komponen-komponen tersebut yaitu; a) komponen Tujuan berhubungan dengan arah dan hasil yang diharapkan. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat yaitu: 1) Tujuan Pendidikan Nasional (TPN); 2) Tujuan Institusional (TI); 3) Tujuan Kurikuler (TP), b) komponen Isi/Materi Pelajaran dalam kurikulum menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran maupun aktivitas siswa. Gerome Bruner, “Knowledge is a model we construct to give meaning and structure to regularities in experience”, c) komponen Metode/Strategi merupakan komponen yang memiliki peran penting karena komponen ini berhubungan dengan implementasi kurikulum. T. Rakajoni (1989) mengartikan strategi pembelajaran sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan, d) komponen Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas pencapaian tujuan. 

Daftar Pustaka

Azuelo, Jovs. (2014). Components of Curriculum and Curriculum Approaches.[Online]. Tersedia di: http://www.slideshare.net/JovsForteen/components-of-curriculum-and-curriculum-approaches.

Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2013). Kurikulum dan
Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Selasa, 13 September 2016

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

KURIKULUM SEBAGAI PENGALAMAN BELAJAR

Linda Siti Zainab (1500509)
Pendidikan IPS
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin, “Curriculae”, jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (Hamalik, 2014:16). Didefinisikan sebagai program pendidikan, termasuk materi dan prosedur instruksional. Kemudian pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir pembelajaran untuk memeroleh penghargaan dalam bentuk ijazah. Istilah itu, pada dasarnya tidak hanya terbatas pada sejumlah mata pelajaran, tetapi mencakup semua pengalaman belajar yang dialami siswa dan memengaruhi perkembangan pribadinya.
 
Kurikulum sebagai pengalaman belajar. Perumusan kurikulum lainnya yang sedikit berbeda dengan sebelumnya lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Salah satu pendukung dari pandangan ini menyatakan sebagai berikut : Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experience which pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not (Romine, 1945, h. 14). Jadi, semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa pada hakikatnya adalah kurikulum. 


Daftar Pustaka

Choate. S, Joyee. dkk. (1995). Curriculum-Based Assessment and Programming.
Amerika: The United States of America.
Hamalik, Oemar. (2014). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2013). Kurikulum dan
Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.